Perkuliahan oleh Pak Marsigit
Filsafat mempelajari dunia, karena dalam berfilsafat orang menerjemahkan dunia. Filsafat bisa mengandaikan dunia seperti sumbu-sumbu yang saling berpotongan pada suatu titik potong yang merupakan titik tengah masing-masing sumbu yang aku beri nama sumbu transformasi dunia. Pada sumbu tersebut setiap ujung yang satu dan ujung yang lain saling bertolak belakang, karena satu ujung setiap sumbu merupkan separuh dunia dan ujung yang lain merupakan separuh dunia yang lain. Hal ini menggambarkan segala bahwa segala sesuatu di dunia ini saling berhubungan demikian juga dengan filsafat.
Ada sumbu ontologi di mana satu ujung terdapat hal yang ada, berfikir intensif, dan berfikir ekstensif. Sedangkan ujung sumbu yang lain memuat hal yang tidak ada , tidak berfikir intensif, dan tidak berfikir ekstensif. Selain ontologi, dalam filsafat juga terdapat epistemologi dan aksiologi. Sumbu epistemologi menghubungkan sesuatu yang benar dan mempunyai sumber pada salah satu ujung dengan sesuatu yang salah dan tak bersumber pada ujung yang lain. Sumbu aksiologi menghubungkan etik dan kebaikan dengan tidak etik dan ketidakbaikan. Selain sumbu ontologi, epistemologi, dan aksiologi masih dapat dibuat sumbu yang lain. Diantaranya, sumbu vital-fatal, subyek-predikat, subyek-obyek, logos-mitos, untung-bejo,ada-pengada-mengada, yang akan datang-sekarang-masa lalu, dan masih banyak lagi. Sumbu-sumbu tersebut salah satu hasil berfilsafat yang mempelajari dunia, karena dipelajari dalam filsafat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari termasuk juga dalam pendidikan matematika.
Filsafat dan filsafat pendidikan matematika saling berinteraksi, teori-teori yang dipelajari dalam filsafat dan filsafat pendidikan matematika akan digunakan dan diterapkan dalam proses pembelajaran matematika karena filsafat itu bersifat kontekstual, alami, komunikatif, dan natural. Dalam dunia pendidikan pun dapat dibuat sumbu transormasi dunia seperti yang ada dalam filsafat, misalnya sumbu antara guru dengan siswa. Jika terdapat guru maka akan ada siswa yaitu hubungan antara pendidik dengan peserta didik. Dapat juga dibuat sumbu yang menghubungkan ilmu dengan terapannya, seperti matematika dan aplikasinya dalam kehidupan nyata sehari-hari. Filsafat dan pendidikan matematika pun dapat dibuat suatu sumbu ang menggambarkan filsafat dan peranan filsafat dalam pendidikan matematika. Hal ini mungkin terjadi, karena filsafat adalah pikiranku, dunia adalah pikiranku, dan duniaku adalah pendidikan matematika maka filsafatku adalah seputar filsafat pendidikan ma. Dapat juga dibuat sumbu yang menghubungkan ilmu dengan terapannya, seperti matematika dan aplikasinya dalam kehidupan nyata sehari-hari. Filsafat dan pendidikan matematika pun dapat dibuat suatu sumbu ang menggambarkan filsafat dan peranan filsafat dalam pendidikan matematika. Hal ini mungkin terjadi, karena filsafat adalah pikiranku, dunia adalah pikiranku, dan duniaku adalah pendidikan matematika maka filsafatku adalah seputar filsafat pendidikan matematika.
Dari beberapa sumbu transformasi dunia beberapa akan aku uraikan sebagai berikut.
Sumbu waktu ; masa lampau- kini- yang akan datang. Segala hal yang terjadi di masa lampau sering dikenal sebagai sejarah, ang terjadi saat ini merupakan kenyataan, dan yang akan terjadi di masa mendatang merupakan suatu prediksi. Filsafat juga mensejarah, artinya filsafat sekarang (saat ini ) dan filsafat yang akan datang mempelajari filsafat masa lampau. Sebagai contoh, filsafat yang sedang berlangsung saat ini merupakan filsafat kontemporer / powernow / post post modern yang mempelajari pemikiran para filsuf pada masa lalu entah itu zaman Yunani yang dikenal sebagai filsafat alam, zaman metafisik manusia, zaman etik-estetika, zaman gelap, dan zaman pencerahan atau modern. Para filsuf diantaranya Thales, Socrates, Plato, Aristoteles, Rene Descrates, Spinoza-Leibniz, David Hume, John Locke, Immanuel Kant, Barkely, dan Auguste Comte meerupakan tokoh-tokoh pada masa lalu zaman sebelum kontemporer namun dalam filsafat para filsuf tersebut masih dipelajari sampai sekarang. Namun demikian ada juga filsafat yang tidak menagkui adanya masa datang yaitu kaum foundamentalist. Kaum ini mempercayai bahwa masa lalu tidak menentukan hal-hal yang terjadi saat ini dan yang akan datang karena mereka mengilangkan karakter yang telah ada sebelumnya secara semena-mena. Kaum foundementalis sangat berbahaya. Begitu juga dalam pendidikan matematika dunia pendidikan matematika menggunakan sumbu waktu. Adanya kurikulum yang ada saat ini yaitu KTSP harapannya merupakan penyempurnaan dan perbaikan dari kurikulum sebelum-sebelumnya.
Sumbu vital-fatal menghubungkan antara hidup yang 100% tergantung pada nasib (fatal) dan 100% pada ikhtiar (vital). Keduanya tidak bisa dibedakan karena adanya fital dan vatal bukan untuk dibedakan namun untuk saling melengkapai. Sebagai contoh,dalam hidupku sehari-hari sebagai mahasiswa, selain berdoa pasrah kepada Tuhan (nasib) aku juga harus berusaha untuk menjadi mahasiswa yang baik dalam spiritual, emotional, dan quantitas. Jadi untuk mencapai keseimbangan hidup aku hidup diantara vital dan fatal.
Sumbu subyektif-obyektif merupakan penghubung keaadan / pandangan sebenarnya / sesuai dengan kenyataan dengan pandangan menurut setiap individu yang tidak menutup kemunginan terdapat perbedaan. Filsafat obyektif mengakui adanya Tuhan sebagai kausa prima namun juga subjektif karena dalam filsafat mempelajari pemikiran para filsuf yang menghasilkan pemikiran yang berbeda-beda karena pikiranku adalah filsafatku. Dalam pendidikan matematika terdapat penilaian obyektif dan penilaian secara subyektif. Penilaian obyektif biasanya digunakan untuk menilai soal pilihan ganda sedangkan penilaian subyektif digunakan untuk menilai soal bentuk uraian. Soal bentuk uraian dinilai secara subyektif karena penilaian ini didasarkan oleh masing-masing guru yang mengajar di mana jawaban siswa yang satu berbeda dengan siswa yang lainnya. Jadi dapat dikatakan bahwa penilaian subyektif tidak dapat dihilangkan dalam dunia pendidikan matematika karena penilaian ini sesuai dengan bentuk soal tertentu yang digunakan dalam pendidikan matematika.
Selain dengan sumbu-sumbu yang telah disebutkan sebelumnya di atas, aku ingin menambah beberapa sumbu, yaitu sumbu pertanyaan-jawaban, sumbu rencana-usaha-hasil, dan sumbu harapan-kenyataan
Sumbu pertanyaan-jawaban. Ada filsuf yang mengatakan sebenar-benarnya ilmuku adalah saat aku bertanya. Hal ini menggambarkan bahwa dalam kehidupan manusia menemukan banyak hal yang belum mereka pahami. Dengan sifat keingintahuan yang dimilikinya, manusia mencoba untuk menemukan jawaban dari ketidaktahuaannya dengan bertanya. Demikian juga dalam matematika, beberapa siswa yang kritis selalu bertanya kepada guru untuk mendapatkan jawaban sehingga memperoleh suatu kejelasan dari materi yang belum ia tahu. Matematika juga menerapkan latihan soal berupa pertanyaan yang ditujukan kepada siswa kemudian siswa mengerjakan soal tersebut dan diperoleh jawaban untuk mengukur kemampuan dan pemahaman siswa sehingga memudahkan guru dalam memberikan penilaian. Namun demikian kembali dalam kehidupan, tidak semua pertanyaan memerlukan jawaban. Seperti “ mengapa kulit kamu hitam?” merupakan pertanyaan yang tidak perlu dijawab walaupun pertanyaan itu ada jawabannya.
Sumbu rencana-usaha-hasil menggambarkan hubungan antara rencana, usaha dan hasil dari kerja manusia. Dengan rencana yang telah dibuat manusia akan berusaha untuk mewujudkannya sehingga dengan usaha yang telah dilakukan, manusia akan memperoleh hasil. Sering apa yang telah aku rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan. Aku telah berusaha melakukan segala hal yang aku rencanakan namun hasilnya tidak sesuai dengan apa diharapkan. Inilah salah satu sifat keterbatasan manusia. Manusia hanya mampu berencana dan berusaha namun tidak mampu menentukan nasib dan hasil yang akan diperoleh. Hanya Tuhan yang berkuasa sepenuhnya atas diri manusia termasuk juga diriku dan hasil yang aku peroleh. Oleh sebab itu satu-satunya usaha agar usaha kita sesuai dengan hasil yang kita harapkan adalah berdoa memohon petunjuk kepada Tuhan.
Sumbu harapan-kenyataan menggambarkan suatu harapan yang ada dalam pikiran manusia dan kenyataan yang terjadi sebenarnya. Kadang kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Keterbatasan manusia tidak dapat mengatur apa yang terjadi sebenarnya karena manusia hanya mampu mengatakan apa yang seharusnya terjadi tanpa bisa mewujudkannya. Oleh karena berharaplah pada Tuhan agar kenyataan yang terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan.
This's my first blog in University. I try to increase my skill in writing. To everyone that read my blog, please give comment in this blog,. thanks you very much for your attenetion,..
Wednesday, May 25, 2011
Friday, May 6, 2011
Rewrite Kegiatan Para Socrates Pendidikan Matematika Subsidi 2008
Perkuliahan oleh Bapak Marsigit
“ Sebenar-benar diriku adalah pertanyaanku ” ungkapan itu dicetuskan oleh filsuf dunia yang tak lain adalah Socrates. Musuh para sophis yang paling sengit ini mengembangkan metode tanya jawab untuk menyelidiki yang menginspirasi banyak orang termasuk Bapak Marsigit, dosen filsafat UNY yang juga mengajar filsafat kelas Pendidikan Matematika Subsidi 2008. Bagaimana Pak Marsigit terinspirasi Socrates? Elegi-elegi yang ditulis dalam blog powermathematics.blogspot.com megambil tokoh orang tua berambut putih sebagai tokoh penjawab dari segala pertanyaan yang ada dalam setiap elegi. Isi dalam elegi yang ditulis tak jarang mengajak para mahasiswa untuk tak jemu-jemu bertanya karena beliau mengganggap sebesar-besar ilmumu adalah ketika kamu bertanya. Dalam perkuliahan filsafat yang telah berjalan kurang lebih dua-pertiga semester ini, Pak Marsigit selalu mengajak mahasiswanya untuk membuat pertanyaan yang ditulis dalam selembar kertas. Berawal dari inspirasi itulah, perkuliaahan filsafat pada hari Kamis, 5 Mei 2011 diisi dengan tanya jawab yang oleh para Socrates pendidikan matematia subsidi 2008.
Socrates I, Filsafat adalah ilmu yang mempelajari hakekat, jika segala sesuatu mempunyai hakekat siapakah yang mempelajari hakekat dari filsafat?
Terkait pilar dalam filsafat yaitu ontologi, epistemologi,dan aksiologi, terdapat hubungan antara masing-masing pilar dalam filsafat.
Ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakekat. Epistemologi ilmu yang mampelajari tentang sumber-sumber dan cara-cara dari mana sesuatu itu ada sedangkan aksiologi mempelajari kebenaran, etik-estetika, dan spiritual.
Ontologi
Ontologi-ontologi berarti mempelajari hakekat dari segala hakekat yang bisa dipelajari oleh siapa saja termasuk mahasiswa yang sedang belajar berfilsafat. Kegiatan berfikir ontologi-ontologi dapat diartikan mempelajari pikiran dari pikiran yang ada, oleh karena itu kegiatan ini disebut metafisik mempelajari dibalik penampakan yang ada.
Ontologi-epistemologi mempelajari hakekat dari sumber-sumber dan cara- cara yang ada.
Ontologi-aksiologi mempelajari hakekat etik-estetika dan spiriual yang biasanya dipelajari oleh guru spiritual.
Epistemologi
Epistemologi-ontologi mempelajari sumber-sumber dan cara-cara yang benar, manfaatnya untuk menghargai hakekat yang dimiliki orang lain dengan cara memberikan kebebasan setiap orang. Bagaimana cara guru dalam mendidik peserta didik yang benar sesuai dengan hakekat mendidik? Itu adalah salah satu contoh epistemologi-ontologi.
Epistemologi-epistemologi mempelajari kebenaran dari metode-metode yang ada.
Epistemologi-aksiologi mempelajari sumber-sumber etika-estetika dan spiritual yang dapat dipandang sebagai objek, nilai, maupun hakekat.
Aksiologi
Aksiologi-ontologi mengajarkan untuk beribadah sesuai dengan tempatnya karena aksiologi-ontologi mempelajari hakekat dari etik-estetika dan spiritual yang ada.
Aksiologi-epistemologi mengajarkan bagaimana mengkritisi cara dan kebenaran dari metode.
Aksiologi-aksiologi berbicara tentang etik secara etik, seperti yang dilakukan oleh kyai yang berwejangan kepada mempelai dalam pesta perkawinan.
Socrates II, Bagaimana mengajak teman yang muslim untuk sholat?
Dimensi komunikasi manusia mempunyai empat tingkatan dari bawah ke atas, yaitu material, formal, normatif, dan spiritual. Mengajak sholat merupakan dimensi komunikasi paling atas yaitu komunikasi spiritual yang dilakukan oleh manusia kepada Tuhan. Oleh karena itu mengajak untuk sholat bukan merupakan hal yang mudah. Karena mengajak tidak hanya memberi tahu, namun juga dituntut memberikan keteladanan agar dapat mengajak untuk melakukan seperti yang dilakukan diri sendiri. Untuk itu sebaiknya mencari guru spiritual yang dapat membantu menyelesaikan permasalahn tersebut.
Socrates III, Seberapa besar peran krusial filsafat dalam membangun perubahan bangsa menjadi lebih baik?
Filsafat akan krusial jika ada penguasa bangsa yang memanfaatkan filsafat untuk mengeksploitasi orang lain. Termasuk juga dalam menerapkan pendidikan karakter yang saat ini sedang membooming di Indonesia. Pendidikan karakter tidak dapat memaksa karakter peserta didik seenak guru yang mengajar, karena karakter yang diterapkan kepada siswa harus sesuai dengan aspek yang ingin dikembangkan dalam suatu pelajaran. Cara memahami karakter siswa adalah dengan cara komunikasi. Karakter adalah dari siapa untuk siapa, artinya setiap orang di dunia ini mempunyai karakter. Pencopet yang ingin mencopet pun harus mencari karakter yang penakut, tidak mudah melawan, dan pasti mempunyai uang banyak agar usaha mencopet berhasil.
Socrates IV, Kompetisi dalang cilik apakah cocok menjadi konsumsi orang dewasa terkait dengan nilai-nilai moral yang diajarkan dari budaya wayang kulit?
Wayang kulit merupakan salah satu media untuk mengajarkan nilai-nilai moral kepada masyarakat terutama orang dewasa. Wayang kulit akan berfungsi sebagai mana mestinya jika dalang mampu untuk memberi dan menyampaikan pesan moral melalui kisah pewayangan yang mainkannya. Dalang dikatakan mampu jika mampu meniru permainan pewayangan sekaligus mempunyai pengalaman moral untuk disampaikan kepada masyarakat. Sedangkan dalang cilik hanya mampu meniru kebiasaan dari orang dewasa tanpa mengetahi makna dari apa yang disampaikannya melalui mendalang. Sebatas hiburan, dalang cilik dapat dikonsumsi oleh siapapun.
Socrates V, Bagaimana cara menghilangkan rasa panik dan gugup?
Manusia mempunyai keterbatasan termasuk mengendalikan dirinya untuk tidak panik dan gugup. Cara mengendalikan diri adalah dengan berdoa secara kusyuk dan berserah diri kepada Tuhan. Selain itu mencari guru spiritual yang tepat yang tidak hanya memberi tahu namun juga dapat menuntun merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi rasa panik dan gugup.
Sorates VI, Apa hubungannya filsafat dengan sejarah?
Filsafat terkait dengan ruang dan waktu mempelajari segala hal yang ada dan yang mungkin ada di masa lampau, sekarang, dan di waktu mendatang. Sedangkan sejarah mempelajari hal-hal yang ada di masa lampau melalui bukti-bukti yang ada.
Socrates VII, Filsafat gending jawa itu termasuk filsafat apa?
Filsafat gending jawa merupakan filsafat harmonik. Harmonik merupakan salah satu hal yang sadar ruang dan waktu. Gending jawa mempunyai 50 ragam yang berbeda-beda mempunyai fungsi dan peran yang berbeda-beda pula namun mampu menyatu secara harmonik sehingga mampu menciptakan sebuah gendhing jawa yang enak dinikmati orang. Kendang dan gong mempunyai karakter bunyi yang berbeda, perannya pun berbeda. Kendang berfungsi mengendalikan ritme sedangkan gong menjaga ritme dan mengakhiri sebuah gendhing. Kendang dan gong dengan perbedaannya secara bersama-sama menyatu dalam membentuk sebuah gending jawa. Itulah keharminikan dari filsafat gendhing jawa.
Socrates VIII, Bagaimana Syeh Siti Jenar menganggap dirinya sebagai Tuhan?
Sebenar-benar manusia adalah yang mampu menyadari dirinya sebagai makhluk yang memiliki keterbatasan. Dan satu-satunya kesempurnaan di dunia ini hanya dan hanya dimiliki oleh Tuhan. Oleh karena itu Syeh Siti Jenar bisa menganggap dirinya sebagai Tuhan karena ia temakan oleh kesombongannya.
Socrates IX, Bagaimana kita termasuk dalam golongan orang yang bijaksana?
Tesis filsafat dari Pak Marsigit menganggap sebenar-benar bijaksana adalah Tuhan. Orang bijaksana dalam filsafat ibarat orang berilmu yang mampu menerapkan ilmunya dalam kehidupan kepada sesama.
Socrates X, Bagaimana filsafat menjunjung ruang dan waktu?
Filsafat tidak menjunjung ruang dan waktu namun filsafat menghargai ruang dan waktu. Karena menjungjung ruang dan waktu berarti tidak mengabaikan waktu di manapun manusia berada. Filsafat tidak dapat tidak mengabaikan ruang dan waktu karena dalam hidup, manusia mempunyai pilihan untuk hidup di suatu tempat tertentu dengan waktu di tempat tersebut. Jadi filsafat bukan menjunjung ruang dan waktu namun menghargai ruang dan waktu.
Demikian tanya jawab Bapak Elegi dengan para Socrates Pendidikan Matematika Subsidi 2008 yang saya tangkap. Mengingat keterbatasan manusia masih banyak hal-hal yang menyebabkan tulisan ini jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mohon bimbingan dari Bapak / Saudara pembaca. Bila banyak kesalahan dalam tulisan ini, saya mohon maaf. Terima kasih.
“ Sebenar-benar diriku adalah pertanyaanku ” ungkapan itu dicetuskan oleh filsuf dunia yang tak lain adalah Socrates. Musuh para sophis yang paling sengit ini mengembangkan metode tanya jawab untuk menyelidiki yang menginspirasi banyak orang termasuk Bapak Marsigit, dosen filsafat UNY yang juga mengajar filsafat kelas Pendidikan Matematika Subsidi 2008. Bagaimana Pak Marsigit terinspirasi Socrates? Elegi-elegi yang ditulis dalam blog powermathematics.blogspot.com megambil tokoh orang tua berambut putih sebagai tokoh penjawab dari segala pertanyaan yang ada dalam setiap elegi. Isi dalam elegi yang ditulis tak jarang mengajak para mahasiswa untuk tak jemu-jemu bertanya karena beliau mengganggap sebesar-besar ilmumu adalah ketika kamu bertanya. Dalam perkuliahan filsafat yang telah berjalan kurang lebih dua-pertiga semester ini, Pak Marsigit selalu mengajak mahasiswanya untuk membuat pertanyaan yang ditulis dalam selembar kertas. Berawal dari inspirasi itulah, perkuliaahan filsafat pada hari Kamis, 5 Mei 2011 diisi dengan tanya jawab yang oleh para Socrates pendidikan matematia subsidi 2008.
Socrates I, Filsafat adalah ilmu yang mempelajari hakekat, jika segala sesuatu mempunyai hakekat siapakah yang mempelajari hakekat dari filsafat?
Terkait pilar dalam filsafat yaitu ontologi, epistemologi,dan aksiologi, terdapat hubungan antara masing-masing pilar dalam filsafat.
Ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakekat. Epistemologi ilmu yang mampelajari tentang sumber-sumber dan cara-cara dari mana sesuatu itu ada sedangkan aksiologi mempelajari kebenaran, etik-estetika, dan spiritual.
Ontologi
Ontologi-ontologi berarti mempelajari hakekat dari segala hakekat yang bisa dipelajari oleh siapa saja termasuk mahasiswa yang sedang belajar berfilsafat. Kegiatan berfikir ontologi-ontologi dapat diartikan mempelajari pikiran dari pikiran yang ada, oleh karena itu kegiatan ini disebut metafisik mempelajari dibalik penampakan yang ada.
Ontologi-epistemologi mempelajari hakekat dari sumber-sumber dan cara- cara yang ada.
Ontologi-aksiologi mempelajari hakekat etik-estetika dan spiriual yang biasanya dipelajari oleh guru spiritual.
Epistemologi
Epistemologi-ontologi mempelajari sumber-sumber dan cara-cara yang benar, manfaatnya untuk menghargai hakekat yang dimiliki orang lain dengan cara memberikan kebebasan setiap orang. Bagaimana cara guru dalam mendidik peserta didik yang benar sesuai dengan hakekat mendidik? Itu adalah salah satu contoh epistemologi-ontologi.
Epistemologi-epistemologi mempelajari kebenaran dari metode-metode yang ada.
Epistemologi-aksiologi mempelajari sumber-sumber etika-estetika dan spiritual yang dapat dipandang sebagai objek, nilai, maupun hakekat.
Aksiologi
Aksiologi-ontologi mengajarkan untuk beribadah sesuai dengan tempatnya karena aksiologi-ontologi mempelajari hakekat dari etik-estetika dan spiritual yang ada.
Aksiologi-epistemologi mengajarkan bagaimana mengkritisi cara dan kebenaran dari metode.
Aksiologi-aksiologi berbicara tentang etik secara etik, seperti yang dilakukan oleh kyai yang berwejangan kepada mempelai dalam pesta perkawinan.
Socrates II, Bagaimana mengajak teman yang muslim untuk sholat?
Dimensi komunikasi manusia mempunyai empat tingkatan dari bawah ke atas, yaitu material, formal, normatif, dan spiritual. Mengajak sholat merupakan dimensi komunikasi paling atas yaitu komunikasi spiritual yang dilakukan oleh manusia kepada Tuhan. Oleh karena itu mengajak untuk sholat bukan merupakan hal yang mudah. Karena mengajak tidak hanya memberi tahu, namun juga dituntut memberikan keteladanan agar dapat mengajak untuk melakukan seperti yang dilakukan diri sendiri. Untuk itu sebaiknya mencari guru spiritual yang dapat membantu menyelesaikan permasalahn tersebut.
Socrates III, Seberapa besar peran krusial filsafat dalam membangun perubahan bangsa menjadi lebih baik?
Filsafat akan krusial jika ada penguasa bangsa yang memanfaatkan filsafat untuk mengeksploitasi orang lain. Termasuk juga dalam menerapkan pendidikan karakter yang saat ini sedang membooming di Indonesia. Pendidikan karakter tidak dapat memaksa karakter peserta didik seenak guru yang mengajar, karena karakter yang diterapkan kepada siswa harus sesuai dengan aspek yang ingin dikembangkan dalam suatu pelajaran. Cara memahami karakter siswa adalah dengan cara komunikasi. Karakter adalah dari siapa untuk siapa, artinya setiap orang di dunia ini mempunyai karakter. Pencopet yang ingin mencopet pun harus mencari karakter yang penakut, tidak mudah melawan, dan pasti mempunyai uang banyak agar usaha mencopet berhasil.
Socrates IV, Kompetisi dalang cilik apakah cocok menjadi konsumsi orang dewasa terkait dengan nilai-nilai moral yang diajarkan dari budaya wayang kulit?
Wayang kulit merupakan salah satu media untuk mengajarkan nilai-nilai moral kepada masyarakat terutama orang dewasa. Wayang kulit akan berfungsi sebagai mana mestinya jika dalang mampu untuk memberi dan menyampaikan pesan moral melalui kisah pewayangan yang mainkannya. Dalang dikatakan mampu jika mampu meniru permainan pewayangan sekaligus mempunyai pengalaman moral untuk disampaikan kepada masyarakat. Sedangkan dalang cilik hanya mampu meniru kebiasaan dari orang dewasa tanpa mengetahi makna dari apa yang disampaikannya melalui mendalang. Sebatas hiburan, dalang cilik dapat dikonsumsi oleh siapapun.
Socrates V, Bagaimana cara menghilangkan rasa panik dan gugup?
Manusia mempunyai keterbatasan termasuk mengendalikan dirinya untuk tidak panik dan gugup. Cara mengendalikan diri adalah dengan berdoa secara kusyuk dan berserah diri kepada Tuhan. Selain itu mencari guru spiritual yang tepat yang tidak hanya memberi tahu namun juga dapat menuntun merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi rasa panik dan gugup.
Sorates VI, Apa hubungannya filsafat dengan sejarah?
Filsafat terkait dengan ruang dan waktu mempelajari segala hal yang ada dan yang mungkin ada di masa lampau, sekarang, dan di waktu mendatang. Sedangkan sejarah mempelajari hal-hal yang ada di masa lampau melalui bukti-bukti yang ada.
Socrates VII, Filsafat gending jawa itu termasuk filsafat apa?
Filsafat gending jawa merupakan filsafat harmonik. Harmonik merupakan salah satu hal yang sadar ruang dan waktu. Gending jawa mempunyai 50 ragam yang berbeda-beda mempunyai fungsi dan peran yang berbeda-beda pula namun mampu menyatu secara harmonik sehingga mampu menciptakan sebuah gendhing jawa yang enak dinikmati orang. Kendang dan gong mempunyai karakter bunyi yang berbeda, perannya pun berbeda. Kendang berfungsi mengendalikan ritme sedangkan gong menjaga ritme dan mengakhiri sebuah gendhing. Kendang dan gong dengan perbedaannya secara bersama-sama menyatu dalam membentuk sebuah gending jawa. Itulah keharminikan dari filsafat gendhing jawa.
Socrates VIII, Bagaimana Syeh Siti Jenar menganggap dirinya sebagai Tuhan?
Sebenar-benar manusia adalah yang mampu menyadari dirinya sebagai makhluk yang memiliki keterbatasan. Dan satu-satunya kesempurnaan di dunia ini hanya dan hanya dimiliki oleh Tuhan. Oleh karena itu Syeh Siti Jenar bisa menganggap dirinya sebagai Tuhan karena ia temakan oleh kesombongannya.
Socrates IX, Bagaimana kita termasuk dalam golongan orang yang bijaksana?
Tesis filsafat dari Pak Marsigit menganggap sebenar-benar bijaksana adalah Tuhan. Orang bijaksana dalam filsafat ibarat orang berilmu yang mampu menerapkan ilmunya dalam kehidupan kepada sesama.
Socrates X, Bagaimana filsafat menjunjung ruang dan waktu?
Filsafat tidak menjunjung ruang dan waktu namun filsafat menghargai ruang dan waktu. Karena menjungjung ruang dan waktu berarti tidak mengabaikan waktu di manapun manusia berada. Filsafat tidak dapat tidak mengabaikan ruang dan waktu karena dalam hidup, manusia mempunyai pilihan untuk hidup di suatu tempat tertentu dengan waktu di tempat tersebut. Jadi filsafat bukan menjunjung ruang dan waktu namun menghargai ruang dan waktu.
Demikian tanya jawab Bapak Elegi dengan para Socrates Pendidikan Matematika Subsidi 2008 yang saya tangkap. Mengingat keterbatasan manusia masih banyak hal-hal yang menyebabkan tulisan ini jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mohon bimbingan dari Bapak / Saudara pembaca. Bila banyak kesalahan dalam tulisan ini, saya mohon maaf. Terima kasih.
Subscribe to:
Comments (Atom)